Categories
Uncategorized

Bukan Hati Yang Disatukan, Namun Jiwa Yang Disatukan

HMJ Hukum Ekonomi Syariah mengadakan buka bersama jurusan yang diikut mulai dari angkatan 2016 sampai 2018 bersama beberapa demisioner. Buka bersama ini dilaksanakan dengan tema ”Satukan Hati, di Bulan yang Suci” (21/5).

Dalam buka bersama ini Akademisi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah pun ikut memeriahkan buka bersama, yaitu Sekretaris Jurusan pak Supangat dan pak Amir Tajrid sebagai pengisi acara. Sebelum memasuki acara inti pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Eonomi Syariah (HMJ HES) beserta mahasiswa/i yang sudah hadir mengadakan khataman al-Qur’an kemudian dilanjutkan sambutan dari bapak Sekretaris Jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bahwasanya sering-seringlah adakan acara kumpul seperti ini supaya kita bisa sharing mengenai keprodian. ”Kapan-kapan bisalah kita kita mengadakan dialog bersama dengan Ketua Jurusan dan jajaran akademis lainnya” Ujar beliau.

Setelah Sekertaris Jurusan HES menyampaikan sambutan dilanjut dengan kultum oleh Bapak Amir Tajrid. Dia memberikan kultum mengenai tema yang diusung dalam Bubar Mahesa (Buka Bareng Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah) ini yaitu ”Satukan Hati, di Bulan yang Suci”.

Sebenarnya yang dapat disatukan itu bukan hati tapi jiwa, sesungguhnya jiwa-jiwa atau arwah dalam diri kita mempunyai kesesuaian sehingga bisa menyatu lanjutnya” Tutur salah satu dosen Hukum Ekonomi Syariah itu.

Kemudian pak Amir memberikan gambaran pada kita bahwa kelompok perkelompok itu bisa dilihat dari lahiriyah contohnya saja di Kampus, manusia berkumpul dengan kelompok lain karena adanya kesamaan dalam kecenderungan, karena di dalam jiwa terdapat kecenderunan yang terbukti secara empiris.

”Kecenderungan orang bisa dilihat dari sisi baiknya, misalnya orang yang terlihat baik, disitu terjadi bahwa jiwa yang baik akan berkumpul dengan jiwa yang baik lalu jiwa yang buruk juga akan berkumpul dengan jiwa yang buruk” Pungkas beliau.

Setelah kultum selesai dilanjut dengan acara buka bersama, dan acara sharing-sharing mengenai keluhan-keluhan warga Hukum Ekonomi Syariah. Dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Categories
Authors

TALKSHOW 2019 PEMUDA SEMANGAT, EKONOMI KUAT, INDONESIA HEBAT

Semarang- HMJ Hukum Ekonomi Syariah UIN Walisongo menyelenggarakan sebuah acara Talkshow 2019 yang bertemakan ”Pemuda Berkarya Berbasis Syariah”. Dalam acara tersebut dihadiri  lebih dari 300 peserta baik dari UIN Walisongo sendiri maupun dari luar. Acara Talkshow 2019 ini diselenggarakan di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo pada Kamis, (24/04).

Acara ini mendatangkan dari berbagai pemateri yang memiliki keunggulan dalam dunia bisnis. Yoga Muda Aditya yang memegang jabatan sebagai Owner Loffle Dessert memaparkan mengenai bisnis yang dijalankan selama ini, dia menyatakan bahwa pekerja yang ada di dalam bisnisnya kebanyakan mahasiswa, bahkan staf managernya merupakan mahasiswa semester 6.

”Tidak menutup kemungkinan bahwa seorang mahasiswa dapat menduduki jabatan sebagai staf manager sebelum ia lulus dari bangku perkuliahan. Apalagi pada era sekarang yang semuanya bisa dimudahkan hanya dengan teknologi,” tutur pria kelahiran Semarang.

Salah satu media yang digunakan untuk mempromosikan bisnisnya adalah instagram. Sudah sangat jelas bahwa revolusi industri 4.0 mempengaruhi dalam dunia perbisnisan di era sekarang.

Berbeda dengan si Juara I Santripreneur Progresif bahkan CEO Santri Online, Kang Abdul Wahab. Dia ingin mencetak generasi penerus yang dari kalangan pesantren dan memiliki basis santri namun berjiwa enterpreneur. Potensi terhadap anak muda sangat berkembang pada masa sekarang dan dengan majunya era digital membuat bisnis cepat berkembang.

”Kita harus mengubah mindset anak-anak muda sekarang, dan seharusnya anak muda sekarang harus bisa lebih berkembang dan memiliki pemikiran yang kreatif,” tutur pria kelahiran Tegal.

Dengan berkembangnya era digital mengakibatkan munculnya ide-ide kreatif dalam pemikiran anak-anak muda sekarang atau bisa disebut sebagai Generasi Milenial.

Sedangkan salah satu Akademisi UIN Walisongo, Anis Fitria memaparkan Era industri yang berkembang secara pesat telah mencetak banyak lulusan dari Hukum Ekonomi Syariah yang cukup untuk menyeimbangkan dunia perbisnisan yang semakin pesat. Bahkan banyak mahasiswa yang terjun ke dalam dunia perbisnisan dimulai dari online shop dan aplikasi-aplikasi yang mendukung di era sekarang, salah satunya yang familiar yaitu aplikasi shopee.

”Kita sebagai generasi muda juga harus mempelajari lebih mendalam mengenai dunia perbisnisan, karena semakin berkembangnya teknologi semakin berkembang pula kejahatan yang ditimbulkan, salah satunya penipuan dalam bisnis online,” kata wanita yang memiliki anak satu tersebut.

Jadi, sebenarnya ketika kita masuk dalam dunia perbisnisan yang sulit itu hanya mempertahankan karenanya sekarang banyak orang hanya ingin meminta instan tanpa mengetahui bagaimana prosesnya. ”Memilih sesuatu dari sesatu yang lain dan adanya sesuatu yang akan diraih,” pungkas moderator sekaligus penutup acara.

Categories
Authors

DENGAN MENULIS, ABDUL GHOFUR BISA MENCAPAI GELAR GURU BESAR BIDANG ILMU FIQIH

HMJ HES- Tepat pada hari kamis, tanggal 11 April 2019, di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo mengadakan ”Sidang Senat Terbuka UIN Walisongo Semarang dengan acara Pengukuhan Prof. Dr. Abdul Ghofur, M. Ag. Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fiqih Pada Fakultas Syari’ah dan Hukum”.  Salah satu kunci dia bisa mencapai titik ini karena jurnal internasionalnya telat terbit.

Laki-laki yang tinggal di Kendal ini membuat kita para kaum muda untuk tetap semangat meraih cita-cita. Beliau sampai posisi saat ini melalui proses yang cukup panjang dan matang. Dimulai dari pangkat Rektor Kepala 4D, sampai dengan pengukuhan gelar Guru Besar yang telah dia sandang sekarang.

Kunci dia bisa menyandang gelar tersebut karena dua jurnalnya berhasil diterbitkan di luar negri, salah satunya di Malaysia dan baru-baru ini akan diterbitkan di Amerika. Yang mana jurnal tersebut juga sebagai persyaratan bisa menjadi Guru Besar. Bukan hanya jurnal, namun juga tulisan-tulisan yang menyokong akademiknya.

”saya mulai mengajukan guru besar ini mulai dari Oktober 2017 kemudian SK keluar per Juni 2018, sekitar satu tahunan. itu juga harus ditambah dengan tulisan-tulisan. Jadi harus banyak yang harus dipenuhi”. Ujar salah satu Dosen tetap di Hukum Ekonomi Syari’ah.

Sebenarnya, gelar ini sudah didapat Oktober tahun lalu, namun karena ada kendala dari beliau dan rektor, maka sidang senat ditunda terlebih dahulu karena sudah disepakati bersama.

”belum ada rencana untuk kesini karena saat itu saya masih mengejar penelitian yang diadakan oleh LP2M, kemudian dari segi anggaran belum ada sama sekali. Sebenarnya rangkaiannya sebelum Dies Natalis, yaitu sekitar tanggal 20 Maret tapi karena tidak bisa, maka harus diadakan setelah Dies Natalis”. Jelasnya kembali.

Karena dia seorang dosen, yang mana tugasnya ada tiga, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi. Dimana beliau fokus pada pada pengantar ekonomi syariah dimana pada bidang ilmu murni sudah banyak pakar ahlinya.

”saat ini saya sedang menggodok tentang Falsafah Ekonomi Syariah. Saya fokus kesana karena saat ini trend nya seperti itu.” Pungkas pria yang tinggal di Kendal tersebut.

Pesan beliau kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syaria’ah dan Hukum, memperbanyak belajar, dan mahasiswa juga harus punya andil dalam segala hal.

”dari sekian titik-titik yang ada,bukan hanya satu titik. Tapi selama kita punya andil dalam segala hal. Apalagi ekonomi  termasuk pilar yang besar. Jadi kalian yang sudah berkutat di bidang ekonomi sudah benar. Apabila kita melihat saat ini, sudah banyak yang menggunakan akad-akad syariah.”

Categories
Authors

HMPS HES IAIN Jember Studi Banding ke HMJ HES UIN Walisongo

Tanggal 9 April 2019, jam 13.00 WIB dilaksanakan kegiatan studi Banding HMPS Hukum Ekonomi Syariah ke HMJ HES UIN Walisongo Semarang yang bertempatkan di Laboratorium Hukum. Sebelum acara dimulai melakukan perkenalan dari HMPS HES IAIN Jember tentang apa saja bagian-bagian di HES IAIN Jember dan sebaliknya HMJ HES UIN Walisongo Semarang memperkenalkan departemen-departemen yang ada dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Pembukaan dibuka dengan membaca umul kitab Al fatihah. Kemudian pembacaan ayat suci  Al-Quran oleh Asrof Ridallah dengan hikmad. Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama dengan semangat dan lantang. Setelah itu, Sambutan sambutan yang disampaikan oleh ketua HMPS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Jember, ketua HMJ HES UIN Walisongo Semarang, selanjutnya sambutan Kajur Bapak Afif Noor memberikan selamat datang IAIN Jember semoga memberikan keberkahan terhadap kami.

”Selamat datang untuk HMPS HES IAIN Jember, semoga kedatangan teman-teman membawa berkah bagi kami, karena sebelumnya belum pernah ada yang studi banding kepada kita” Ujar laki-laki yang menjabat sebagai Ketua Jurusan HES tersebut.

Terakhir sambutan dari Bapak Arifin selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang. Sambutan yang disampaikan menyampaikan selamat datang terhadap IAIN Jember yang ingin belajar terhadap HMJ Hukum Ekonomi Syariah.

”Selamat datang untuk HMPS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Jember yang telah bersemangat datang jauh-jauh dari Jember. Semoga yang diinginkan dapat tercapai dengan belajar atau sharing-sharing terhadap HMJ Hukum Ekonomi Syariah UIN Walisongo” Tutur Arifin selaku Wakil Dekan III.

Kemudian bapak Arifin memperkenalkan bahwa semenjak berubahnya menjadi UIN akan dibangun 8 gedung salah satunya adalah planetarium dan oserarium serta Jurusan HES dan institusi memiliki akreditasi A. Demikian sambutan sambutan yang disampaikan. setelah itu ditutup dengan doa oleh Maulana Imtiyaz. Kemudian penutup ditutup oleh MC dengan membaca hamdallah bersama-sama.

Setelah pembukaan telah usai, dalam ruangan tersebut studi banding dilanjutkan dengan sharing-sharing terkait program kerja HMJ Hukum Ekonomi Syariah terhadap HMPS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Jember. Dalam sharing-sharing tersebut berjalan dengan baik dan cukup banyak ilmu yang didapat baik dari pihak HMJ Hukum Ekonomi Syariah UIN Walisongo maupun HMPS Hukum Ekonomi Syariah IAIN Jember.