Categories
Uncategorized

PEMBENTUKAN DAN DEKLARASI ASOSIASI STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH INDONESIA DI UIN WALISONGO SEMARANG

Semarang, 16 Agustus 2017, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ HES) UIN Walisongo Semarang mengadakan Deklarasi Pembentukan Asosiasi Studi HUkum Ekonomi Syariah Indonesia di kampus UIN WAISONGO Semarang.

 

kegiatan ini dihadiri 56 PTKIN/PTIS jurusan Hukum Ekonomi Syariah seluruh Indonesia, semuanya berkumpul di audit II UIN WALISONGO sSemarang untuk merumuskan pembentukan asosiasi jurusan seluruh Indonesia, pembentukan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Hukum Ekonomi Syariah UIN WALISONGO.

Tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai ajang silaturahmi antar jurusan HES seluruh indonesia, dan menjadi langkah awal mahasiswa memberikan kontribusi berupa pemikiran-pemikiran progresif untuk kemanfaatan bangsa dan Negara, ASHESI ini msudah mempunyai 5 DPW (Dewan Pengurus Wilayah) yang masing-masing tersebar di seluruh PTKIN/PTIS dari sabang sampai merauke.

” ASHESI ini sangat penting sekali bagi kami sebagai perwakilan paling jauh, kami perwakilan dari Aceh sangat bangga sekali bisa ikut berkontribusi dalam pembentukan asosiasi jurusan ini, karna dengan ini jurusan kita disana akan mempunyai banyak jaringan yang tersebar di seluruh indonesia, akses akan lebih muda” ujar tengku.

 

Categories
Uncategorized

Diskusi Rutin HMJ Hukum Ekonomi Syari’ah

Diskusi perdana serta open recruitmen tim essay HMJ Hukum Ekonomi Syariah periode 2019 – 2020

Mengundang akademisi sekaligus pengamat ekonomi indonesia Ahmad Munif SH MS. I.

diskusi sore itu mengenai ekonomi Indonesia dari masa ke masa memang mengakibatkan banyak kejadian menguntungkan atau merugikan.

Jelasnya pemerintah indonesia selalu mengejutkan bangsa lain mengenai kebijakannya di segala sektor perintah

Dilaim sisi indonesia mengalami konflik dalam negaranya.  Sangat disayangkan sekali. Tapi konflik tersebut dapat diselesaikan setelah kepemimpinan berganti.

Categories
Uncategorized

SEMINAR REGIONAL “Optimalisasi Bisnis Berbasis Platfrom Guna Mewujudkan Generasi Berkemajuan”

Semarang, kamis, tanggal 1 November 2018 Himpunan Mahasisa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ membuat suatu kegiatan Seminar Regional di Audit II kampus Tiga UIN WALISONGO SEMARANG.

Seminar Regional ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Dies Natalis Hukum Ekonomi Syaraih. Seminar Regional ini menundang pembicara praktisi bisnis branding online IKSA BRAND Ikhwan Sefullah dan Gus Imadudin dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), seminar regional ini mendapatkan respond yang luar biasa dari audience, sejumlah 300 mahasiswa baik dari UIN sendiri maupun dari luar UIN.

Tujuan  diadakanya kegiatan Seminar Regional ini tidak lain adalah sebagai sarana bagi mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah agar mengetahui orientasi jurusan mereka yang nantinya ketika mereka lulus menjadi sarjana, mereka bisa membuka bisnis dengan memanfaatkan teknologi. Sehingga mahasiswa harus kreativ dan inovatif dalam memanfaatkan dan mencari peluang guna menjadi generasi yang berkemajuan.

“ tujuan diadakanyaseminar regional ini melihat trend yang sedang ramai diperbincangkan, banyak sekali peluang dimedia sosial yang bisa mengasilkan materi, selain untuk menambah literasi bisnis melalui media, seminar ini pun menyampaikan perspektif bisnis yang berdasarkan dengan syariah, terhindar dari bisnis yang mengadung riba”. Ujar pria yang akbrab disebut hamam.

 

 

Categories
Uncategorized

TRAINING KEADVOKATAN HUKUM EKONOMI SYARIAH

Semarang, Fakultas Syariah Dan Hukum , UIN Walisongo Semarang, Mengadakan Kegiatan Traning Keadvokatan (20/10)

Kegiatan Traning Keadvokatan merupakan kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Syariah Dan Hukum yang mana kegiatan tersebut bersifat wajib bagi seluruh Mahasiswa Fakultas Syariah Dan Hukum, sejumlah 160 Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah pun ikut andil dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari libur, dan bertempat di Hotel Horison Semarang, kegiatan ini didanai murni oleh fakultas, seluruh mahasiswa tinggal membawa alat tulis saja. Mahasiswa HES harus memahami materi tentang Keadvokatan, karna mau tidak mau Mahasiswa HES akan mendapatkan title SH ketika mereka lulus menjadi Sarjana.

“ Kegiatan Traning keadvokat ini merupakan kegiatan yang subtansional, karna hari ini advokat menjadi suatu profesi yang selain menjajikan juga menjadi alat untuk membantu para pencari keadilan, denganmahasiswa mengetahui dan menguasai betul materi dan prakter beracara mereka bisa membatu orang-orang disekitarnya yang membutuhkan jasa mereka, selain itu pelatihan ini juga bertujuan untuk menjadikan sarjana Hukum yang mahir dibidangnya”. Ujar ketua panitia Traning keadvokatan.

Traning keadvokatan ini mendatakan praktisi-praktisi hukum selain memberikan materi berupa teori mereka mempraktekan langsung materi-materi yang telah mereka sampaikan.

 

Categories
Uncategorized

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL DIES NATALIS KE-23 HUKUM EKONOMI SYARIAH

 

Pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah mengadakan suatu kegiatan ‘’Dies Natalies’’ yang salah satu rangkaian acaranya terdapat Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional di Audit II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Dengan latar belakang yang sesuai dengan tema LKTIN yaitu ‘’Meneguhkan Filantropi Islam Berbasis Finansial Teknologi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan’’. Supaya mahasiswa dapat mengoptimalkan Finansial Tekhnologi yang telah berkembang di Indonesia dan sesuai dengan mayoritas kultur Indonesia.

Lomba Karya Tulis Ilmiah ini diikuti oleh Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS), IAIN Pekalongan, IAIN Purwokerto, IAIN Tulungagung, IAIN Kudus, dan UIN Walisongo Semarang. Mereka merupakan peserta yang telah lolos dari seleksi full paper.

Degan hasil akhir yaitu:

Juara I diraih oleh UIN Walisongo sendiri degan judul kary tulis ‘’ Dana Lazis Sebagai Stabilitator Perekonomian (melalui pengelolaan digital serta program desa binaan One Village One Product).

Juara II diraih oleh Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) dengan judul karya tulis ‘’Metode Peer to peer Landing dalam pengelolaan dana Ziswaf oleh Lembaga Keuangan Syariah’’.

Juara III diraih oleh IAIN Pekalongan dengan judul karya tulis ‘’Wakaf produktif upaya penunjang kesejahteraan masyarakat’’.

Kegiatan lomba ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan suatu apapun.

 

Categories
Uncategorized

KUNJUNGAN MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH KE BANK INDONESIA

MJ Hukum Ekonomi Syari’ah adakan Kunjungan Bank Indonesia

Semarang- Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah (HMJ HES)  UIN Walisongo mengadakan kegiatan kunjungan Lembaga Keuangan di Bank Indonesia (BI) regional Jawa Tengah. Kegiatan kunjungan ini merupakan salah satu dari serangkaian Dies Natalies Hukum Ekonomi Syari’ah ke-23, Rabu (10/10).

Kegiatan tersebut diadakan khusus jurusan Hukum Eknomi Syariah dengan jumlah peserta 50 orang dari angkatan 2016-2018.

‘’Tujuan dari kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman langsung terhadap setiap mahasiswa yang mengikuti kunjungan tersebut mengenai Lembaga Keuangan dan yang terkait di dalamnya,’’ ujar pria asli Semarang itu.

Kegiatan kunjungan ini sangat penting diadakan karena dapat menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa terkait Lembaga Keuangan. Karena dalam perkuliahan hanya semester tertentu yang mendapatkan mata kuliah terkait Lembaga Keuangan tersebut.

Tentunya untuk harapan kedepan semoga Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah dapat mengadakan kegiatan kunjungan lagi yang lebih menarik, bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan serta pengalaman yang lebih lagi.

 

 

Categories
Uncategorized

DISKUSI PUBLIK FINTEC DALAM SUDUT PANDANG EKONOMI SYARIAH

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah adakan kegiatan diskusi publik dengan tema ‘’Financial Technology dalam Ekonomi Syari’ah’’. Tema ini dijunjung karna semakin berkembangnya tekhnologi yang bebarengan dengan perkembangan ekonomi semakin pesat. Dalam diskusi ini membahas banyak hal terkait Finansial Teknologi dalam ekonomi syari’ah.

Dalam diskusi ini mendatangkan pemantik sahabat Ihsanuddin (juara LCC Temilreg Jateng). Diskusi saat itu membahas mengenai bisnis online yang tidak hanya e-commerce melainkan adanya teknologi baru yang bernama financial technology.

Tujuan dari adanya finansial teknologi untuk membuat masyarakat  agar lebih mudah mengakses produk-produk terbaru, seperti transaksi dan meningkatkan leterasi keuangan. Finansial teknologi lebih menyoal tentang teknikal tata cara pengelolaan keuangan atau barang. Dengan menggunakan teknologi digital yang terpenting boleh dan tidaknya kegiatan finansial teknologi tergantung pada substansi kegiatan tersebu, sepanjang tidak melanggal ketentuan syari’ah.

 

Categories
Uncategorized

FUTSAL DAN PEMBAHARUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH

 

Semarang, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ HES) UIN WALISONGO SEMARANG, Mengadakan Kegiatan Hukum Ekonomi Syariah League (17/10).

Kegiatan Hukum Ekonomi Syariah League ini melibatkan 13 Tim Futsal dari berbagai angkatan di Jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

“Hukum Ekonomi Syariah league ini merupakan salah satu dari serangkaian acara Dies Natalis Hukum Ekonomi Syariah ke-23 yang bertujuan untuk merekatkan tali silaturahmi antar angkatan di jurusan HES, melalui HES League ini diharapkan muncul semangat kebersamaan dan melahirkan suatu pembaharuan yang dihasilkan oleh Mahasiswa HES”. Ujar pria berbandan gembul berkepala plontos.

Hukum Ekonomi Syariah League ini di juarai oleh Hukum Ekonomi Syariah angkatan 2015, penyerahan tropi juara di berikan oleh sekertaris jurusan, “ ini adalah kegiatan yang yang sangat bagus, melalui turnamen futsal ini mahasiswa HES bisa saling bertemu di lapangan” uajar sekertaris jurusan.

Harapan ketua panitia semoga jiwa dan raga warga Hukum Ekonomi Syariah menjadi lebih sehat, karna didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

 

 

 

 

Categories
Uncategorized

Pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap Ekonomi Indonesia

Kata Revolusi Industri sungguh sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan, saat ini Indonesia dalam hal perekonomiannya sering kali mengaitkan dengan adanya Revolusi Industri. Apa itu sebenarnya Revolusi Industri? Revolusi Industri sendiri memiliki pengertian dimana Revolusi yang memiliki arti suatu perubahan secara cepat dan menyangkut dasar kehidupan masyarakat, dan Industri sendiri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku atau bahan setengah jadi menjadi barang yang bermutu dalam penggunaan nya untuk khalayak umum. Sedangkan Revolusi Industri adalah suatu perubahan yang terjadi secara cepat dalam pelaksanaan proses produksi atau cara pembuatan atau meningkatkan nilai guna suatu barang yang semula menggunakan tenaga manusia (tradisional) beralih dengan menggunakan peralatan mesin (modern).

Dunia kini telah memasuki Revolusi Industri ke-4 (Industry 4.0) dan dari perjalanan revolusi dunia, tentunya Indonesia harus siap dalam menghadapi kemajuan yang sama dengan negara lain yaitu dengan hadirnya Revolusi Industri ke-4 ini. Salah satu kemajuan yang sangat terlihat dari berbagai aspek ditinjau dari seberapa sering masyarakat gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah internet.

Internet sangatlah penting dalam hal mendorong adanya revolusi industri yang akan berjalan dengan baik, tanpa bantuan internet, tentunya revolusi industri tidak dapat berjalan bukan? Menyinggung sedikit mengenai internet di Indonesia, internet sendiri masuk di Indonesia pada era tahun 1990-an. Saat itu, jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, di mana semangat kerjasama dan gotong royong sangat hangat diantara para penggunanya. Setelah beberapa tahun internet masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia, hingga saat ini diperkirakan ada kurang lebih 143 juta pengguna internet di seluruh Indonesia, menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Berbeda dengan suasana internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual disebagian aktivitasnya, terutama perdagangan internet yang tidak lain tidak bukan sangat erat kaitannya dengan sistem industri dan jalannya perekonomian di Indonesia.

Perkembangan ekonomi digital dilihat dari salah satu jasa online disini adalah dari penggemar jasa Go-Jek, dengan fitur-fitur yang ada pada aplikasi ini, banyak masyarakat yang mengapresiasi bahkan merasa setiap kegiatannya dapat terbantu dengan adanya jasa ini, menunjukkan kontribusi Go-Jek sebesar Rp 9,9 triliun per tahun terhadap perekonomian Indonesia. Nilai tersebut didapatkan dari kontribusi penghasilan mitra pengemudi Go-Jek sebesar Rp 8,2 triliun dan melalui mitra UMKM sebesar Rp 1,7 triliun setiap tahunnya. Tidak hanya itu, satu dari sekian macam fitur online di Indonesia yang bisa memudahkan setiap aktivitas masyarakat di Indonesia, fitur online ini secara tidak sengaja mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia dan memunculkan banyak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang secara perlahan akan membuat yang tadinya hanya UMKM akan bisa jadi perusahaan besar bahkan membawa nama Industri Indonesia semakin besar kearah Internasional.

Indonesia semakin serius dalam persiapan masuk kedalam Revolusi Industri ke-4 ini,dan Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa “Industri ke-4 ini bahkan di proyeksikan bisa membawa Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara ekonomi terbesar didunia”, disampaikan dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit tahun 2018 dan peluncuran Making Indonesia 4.0.

Hal-hal tersebut menggambarkan bahwa Indonesia telah masuk kedalam ekonomi digital secara tidak langsung, dan membuka pintu gerbang Revolusi Industri yang mana adalah agen perubahan pada segmen perindustrian yang semua di dasarkan dengan perubahan dengan aspek teknologi dan informasi.

Sedangkan Indonesia saat ini berada di urutan ke-10 perindustrian didunia dan berikut adalah perjalanan Revolusi Industri didunia:

  • Revolusi Industri yang pertama (Industry 1.0) ada pada tahun 1784 yaitu dengan ditemukannya mesin uap,penggunaan mesin uap dalam perindustrian.
  • Revolusi Industri yang ke-2 (Industry 2.0) dimulai tahun 1870 yaitu dengan ditemukannya listrik dan penggunaan mesin produksi massal bertenaga listrik/minyak.
  • Revolusi Industri yang ke-3 (Industry 3.0) dimulai tahun 1969 yaitu dengan adanya teknologi informasi dan di temukannya panel panel elektronik sehingga pekerjaan pabrik itu bisa di lakukan sistem otomatisasi.
  • Revolusi Industri yang ke-4 (Industry 4.0) yang saat itu diperkenalkan di mata dunia pada tahun 2011 dan berjalan hingga sekarang,yaitu dimana mesin mesin dapat terintegrasi dengan jaringan internet (internet of things).

Pemerintah telah membuat Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap untuk persiapan memasuki ranah Revolusi Industri ke-4 ini, selain potensi mendukung sektor Industri serta ekonomi nasional secara keseluruhan, beberapa kemungkinan dan berkembangnya teknologi dan digitalisasi sempat menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian kalangan. Penerapan industry 4.0 dapat meningkatkan produktifitas, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi seluruh aspek industri. Dengan penerapan Industry 4.0 ini dapat meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa “Revolusi Industri merupakan era baru suatu industri yang berbasiskan teknologi informasi dimana sektor manufaktur harus siap menuju perubahan besar dalam menghadapi Revolusi Industri ke-4 atau industri 4.0. Pendekatan dan kemampuan baru di perlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan”. Terkait hal tersebut, Kementrian Perindustrian memfokuskan beberapa sektor industri yang di yakini dapat berkembang pesat baik dilingkup nasional maupun internasional. Berikut adalah Sektor industri yang siap menerapkan Industry 4.0, diantaranya:

  1. Industri Makanan dan Minuman.
  2. Industri Otomotif.
  3. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi.
  4. Industri Elektronik.
  5. Industri Kimia

Menteri Perindustrian (Kemenperin) Airlangga Hartarto menyampaikan “Dengan Industry 4.0 kita optimis industri manufaktur semakin produktif dan berdaya saing sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional”.

Beberapa sektor industri yang menjadi fokus utama dalam revolusi industri 4.0 ini seperti yang telah disampaikan di awal tadi yaitu industri makanan dan minuman, otomotif, elektronik, tekstil serta industri kimia. Dari kelima industri tersebut, yang diunggulkan dan dapat menembus pasar ASEAN diperkirakan adalah industri makanan dan minuman, di mana industri ini dikembangkan dan akan berpotensi lebih dengan pengembangan makanan dan minuman yang halal dan Indonesia mencoba membangun standarisasi untuk food safety pada tiap makanan yang disajikan. Bila industri makanan dan minuman ini berjalan dengan baik di dunia digital, maka Indonesia dapat masuk dipasar ekspor ASEAN dan dapat bekerja sama dengan negara-negara lain didunia.

Terkait perihal di atas, disampaikan juga oleh Kementrian Perindustrian, ada beberapa kunci penguatan kebijakan dalam Revolusi Industri ke-4 ini yang di antaranya:

  • Pelaksanaan pendidikan vokasi dan penyelenggaraan pelatihan industri.
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk membantu UKM dalam menembus pasar Internasional.
  • Adanya kolaborasi riset dan pengembangan.

Ditemui dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit tahun 2018 dan peluncuran Making Indonesia 4.0. Pada April lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan dalam pidatonya yaitu beliau yakin akan adanya kesuksesan yang dapat diraih dalam penerapan Industry 4.0 ini. “Saya yakin, industry 4.0 ini sebagai langkah awal agar berpotensi mendorong Indonesia untuk masuk ke 10 besar negara ekonomi terbesar di dunia, dan kelima industri itu sebagai acuan yang diharapkan membawa efek ungkit yang besar dalam daya saing dan kontribusi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia ditahun 2030 dan Saya yakin bahwa akan ada pembukaan 7 hingga 19 juta lapangan pekerjaan baru di tahun 2030. Dan Revolusi Industri 4.0 ini akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan pekerjaan yang akan timbul dari pada lapangan pekerjaan yang akan hilang, jika kita semua sama sama bisa memanfaatkan peluang besar ini dengan persiapan dan perencanaan yang baik”.

Saat ini Indonesia ada di 10% pekerjaan yang tergantikan oleh robot, dan kemungkinannya nanti akan meningkat di dalam proses manufakturing itu akan terjadi peningkatan penyerapan bahkan penurunan ketenagakerjaan, namun disisi lain dalam segmen pendukung sistem manufakturing itu akan terjadi peningkatan tenaga kerja, maka dari itu para tenaga kerja perlu di kembangkan lagi baik dalam skill ataupun yang lainnya untuk menyambut era revolusi industri itu sendiri.

Pemerintah menghimbau bahwa adanya jalan yang seiring antara dunia pendidikan dan dunia ketenagakerjaan, di mana telah dikatakan di atas dengan diadakannya program pendidikan vokasi industri dan pemagangan pada dunia pendidikan dan akan timbul satu sisi baik antara SMK dengan politeknik dimana SMK mengajarkan pendidikan lebih ke bidang skill atau terjun langsung ke praktek dari pendidikan itu sendiri dan tentu sesuai dengan kurikulum pengajarannya juga perangkat kerjanya dapat disesuaikan dengan kerjasama pada industri yang ada di sekitarnya yang kiranya membutuhkan hal itu. Dalam hal ini peningkatan skill akan menjadi kunci dalam bonus demgrafi yang akan dialami di tahun 2030 dapat dimanfaatkan dengan maksimum untuk meningkatkan pertumbuhan.

Persiapan yang di lakukan pemerintah untuk menyiapkan sektor nasional dalam memasuki era revolusi industri ini memerlukan beberapa strategi diantaranya:

  • Memperkuat rantai suplai.
  • Membangun kawasan industri.
  • Menerapkan pembangunan berkelanjutan.
  • Mengembangkan industri kecil dan menengah dengan digital ekonomi.
  • Menyiapkan infrastruktur digital.
  • Menyiapkan ekosistem inovasi.
  • Menyiapkan intensif fiskal untuk inovasi.
  • Mengembangkan kemampuan SDM industri.
  • Menyiapkan kebijakan industri.
  • Mendorong peningkatan investasi.
    Pemerintah menargetkan bahwa Making Indonesia mendorong Industry 4.0 akan menumbuhkan PDB antara 1-2% per-tahun. Industri manufaktur sendiri diproyeksi memberikan kontribusi 26% dari total PDB pada tahun 2030. Indonesia harus optimis terhadap ketertinggalannya dalam revolusi industri ini dari negara-negara lain. Ditahun 2017 lalu memang kontribusi industri manufaktur itu ada di 20%. Target Industry 4.0 di Indonesia sendiri meliputi :
  • 10 besar ekonomi dunia.
  • Kontribusi ekspor 10% pada PDB.
  • Rasio produktifitas terhadap biaya (productifity to cost) naik 2 kali lipat (memimpin asia pasifik).
  • Revolusi teknologi industri manufaktur (anggaran R&D naik menjadi 2% dari PDB).

“Pemerintah yakin dan akan menargetkan kontribusi Indonesia di 2030 akan naik 1-2% per-tahun. Jadi, ditahun 2030 paling tidak sudah di atas 25%, dan semua itu bisa terjadi apabila di lakukan hal terkait dengan aliran bahan baku hingga ekosistem, peningkatan kualitas tenaga kerja atau SDM, kemudian diberi inovasi sampai kemudahan regulasi yang nantinya akan mendukung proses produksi. Jika semua itu dilakukan dengan baik, pemerintah yakin target dan perubahan akan tercapai. Dan untuk kedepannya, pemerintah bersama presiden akan membuat suatu wadah yang di dalamnya berbagai lembaga kementrian dapat mengusulkan pendapat terbaiknya dan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan dan tentunya ini adalah suatu agenda nasional, bukan hanya agenda Kementerian Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin”. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin-Ngakan Timur Antara.

Indonesia masih memiliki waktu 12 tahun untuk merealisasikan target 10 besar PDB di dunia pada tahun 2030. Pengembangan R&D, Indonesia pada PDB berada di tingkat 16 di dunia, dan pengeluaran R&D untuk Indonesia sendiri berada di tingkat 7 dengan 0,3%. Dalam penerapan Industry 4.0 ini pemerintah Kemenperin akan bekerjasama dengan Kemkominfo untuk mempersipkan jaringan internet 5G terutama di daerah-daerah perindustrian terlebih dahulu, dengan tujuan agar segala aspek yang dibutuhkan dalam komunikasi perindustrian berjalan dengan baik.

Dalam sistem Industry 4.0 terdapat beberapa cara yang diterapkan oleh Kementerian Perindustrian agar dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi antara 12%-15% dan berikut cara yang di sampaikan oleh Menteri Perindustrian-Airlangga Hartarto diantaranya:

  1. Mendukung E-SMART. Kementerian Perindustrian mendorong adanya E-Smart dan melakukan pelatihan agar dapat mendisplay agar akses industri dilakukan dengan online dan terbuka.
  2. Memberikan Fasilitas KUR. Bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian Indonesia, Kementerian Industri akan memberikan fasilitas KUR kepada usaha-usaha mikro, menengah , dan koperasi agar mereka memiliki prospek bisnis yang baik yang dapat diberikan perusahaan perorangan/kelompok usaha bersama. Dengan demikian, fasilitas modal kerja dan investasi dapat didorong.
  3. Melakukan Inkobasi Pengetahuan. Pertukaran pengetahuan (dalam konteks pemikiran) dengan negara lain yang memberikan program yang akan didesain untuk membina dan mempercepat pengembangan inovasi di Indonesia.
  4. Transformasi Link and Match

Dapat di tarik kesimpulan bahwa adanya Revolusi Industri akan membawa kita pada perubahan yang baik jika kita terus berjaga-jaga akan perkembangan dan pengaruh yang masuk kedalam bangsa kita ini. Dan target Indonesia dalam waktu dekat yaitu mempersiapkan sektor manufaktur nasional untuk siap menuju perubahan besar dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Karena perkembangan teknologi dan digitalisasi sempat menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa kalangan dimana akan tergantikannya lapangan pekerjaan oleh tenaga mesin, robot, maupun kecerdasan buatan. Meski demikian, Presiden dan Menteri Perindustrian Optimis bahwa akan ada banyak peluang kerja baru yang muncul seiring dengan perkembangan inovasi. Dalam dunia perindustrian akan ada teknis yang dilakukan dimana sekolah vokasi ataupun SMK dengan transformasi program link and match itu perlu dipersiapkan untuk pelatihan skill dan menghasilkan inovasi yang tinggi.

Selain beberapa hal diatas, ada hal lain yang harus di fokuskan dala mengejar revolusi ini, Indonesia harus mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain yaitu pada Infrastruktur Digital, karena dalam pengembangan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan anggaran ini cukup besar juga cukup memakan waktu dan hal ini memerlukan dukungan dari tenaga kerja yang terampil terkait dengan masalah Infrastruktur Digital ini.

Oleh: Widyaningsih (Kader forshei 2018)

 

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!