sidang senat terbuka UIN Walisongo, pengukuhan guru besar bidang Ilmu Fiqih

HMJ HES- Tepat pada hari kamis, tanggal 11 April 2019, di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo mengadakan ”Sidang Senat Terbuka UIN Walisongo Semarang dengan acara Pengukuhan Prof. Dr. Abdul Ghofur, M. Ag. Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fiqih Pada Fakultas Syari’ah dan Hukum”.  Salah satu kunci dia bisa mencapai titik ini karena jurnal internasionalnya telat terbit.

Laki-laki yang tinggal di Kendal ini membuat kita para kaum muda untuk tetap semangat meraih cita-cita. Beliau sampai posisi saat ini melalui proses yang cukup panjang dan matang. Dimulai dari pangkat Rektor Kepala 4D, sampai dengan pengukuhan gelar Guru Besar yang telah dia sandang sekarang.

Kunci dia bisa menyandang gelar tersebut karena dua jurnalnya berhasil diterbitkan di luar negri, salah satunya di Malaysia dan baru-baru ini akan diterbitkan di Amerika. Yang mana jurnal tersebut juga sebagai persyaratan bisa menjadi Guru Besar. Bukan hanya jurnal, namun juga tulisan-tulisan yang menyokong akademiknya.

”saya mulai mengajukan guru besar ini mulai dari Oktober 2017 kemudian SK keluar per Juni 2018, sekitar satu tahunan. itu juga harus ditambah dengan tulisan-tulisan. Jadi harus banyak yang harus dipenuhi”. Ujar salah satu Dosen tetap di Hukum Ekonomi Syari’ah.

Sebenarnya, gelar ini sudah didapat Oktober tahun lalu, namun karena ada kendala dari beliau dan rektor, maka sidang senat ditunda terlebih dahulu karena sudah disepakati bersama.

”belum ada rencana untuk kesini karena saat itu saya masih mengejar penelitian yang diadakan oleh LP2M, kemudian dari segi anggaran belum ada sama sekali. Sebenarnya rangkaiannya sebelum Dies Natalis, yaitu sekitar tanggal 20 Maret tapi karena tidak bisa, maka harus diadakan setelah Dies Natalis”. Jelasnya kembali.

Karena dia seorang dosen, yang mana tugasnya ada tiga, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi. Dimana beliau fokus pada pada pengantar ekonomi syariah dimana pada bidang ilmu murni sudah banyak pakar ahlinya.

”saat ini saya sedang menggodok tentang Falsafah Ekonomi Syariah. Saya fokus kesana karena saat ini trend nya seperti itu.” Pungkas pria yang tinggal di Kendal tersebut.

Pesan beliau kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syaria’ah dan Hukum, memperbanyak belajar, dan mahasiswa juga harus punya andil dalam segala hal.

”dari sekian titik-titik yang ada,bukan hanya satu titik. Tapi selama kita punya andil dalam segala hal. Apalagi ekonomi  termasuk pilar yang besar. Jadi kalian yang sudah berkutat di bidang ekonomi sudah benar. Apabila kita melihat saat ini, sudah banyak yang menggunakan akad-akad syariah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here